SBD, GARUDA NUSANTARA.UPDATE–Warga masyarakat ucapkan terimakasih Ke PT.Bumi Indah, pengerjakan jalan Provinsi jalur kodi utara, sumba barat daya, nusa tenggara timur yang rusak parah sudah 10 Tahu,Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur.(Sabtu 26 juli 2025).

Pantauan awak media sepanjang jalur kodi utara dan Kodi bahwa kerusakan parah bergelombang sontak di perkeras dan perapian sejumlah operator wals dengan alat berat beroperasi selama satu minggu penuh,jalan as ini adalah kewenangan provinsi dalam hal pembiayaan sehingga perhatiannya sangat lamban dan penanganan juga bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja Daerah provinsi nusa tenggara timur yang kemungkinan baru terwujud.

Kondisi jalan sudah sangat bagus dan arus transportasi semakin lancar dan berdampak pada peningkatan ekonomi warga antar desa dan kota serta dampak lain nya mengurangi kecelakaan di banding sebelum nya Ungkap salah satu warga Kodi Utara Dominikus Maha Taru tokoh adat dan Ketua Polisi Adat Kabupaten Sumba barat daya kepada awak media.
Dia menuturkan sepanjang 10 tahun terakhir ini dirinya menjadi saksi kecelakaan maut berulang ulang serta dirinya ulang ulang bersuara melalui media agar pemprop menjadi atensi bahkan para anggota dewan dapil sumba bisa akomodir keluhan warga Tutur nya,Dan tak berselang lama sudah di tanggapi pemprop ntt dan kami memberi apresiasi kepada bapak Gubernur NTT yang walah pun kami selalu imfokan melalui nomor pribadi nya terkait kerusakan jalan provinsi rusak parah dan beliua respon wasaf kami Tutup nya.
Saat di komfirmasi pengawas lapangan Faldi Djawa lomi menjelaskan progres pekerjaan paket.
Sesuai kontrak kerja dan bersifat Rekonstruksi jadi pekerjaannya dalam bentuk longsegment yaitu spot2 yang rusaknya parah menurut perencanaan yaitu 6 titik yang sudah kami kasi Agregat dengan total panjang yang akan di aspal Adalah. 860m. Seg 1. Di bondokodi 45m
Seg 2 di bondokodi 70m. Seg 3. Di benak 650m. Seg 4 di hohawungo 10m, seg 5. Di hohawungo 30m. Seg 6 di hohawungo 30m.
Dan Penutupan lubang dengan aspal panas ada 11 titik dengan lokasi menyebar sesuai kondisi kerusakan. Jadi kami masih menunggu orang Lab dari provinsi untuk melakukan pengujian kepadatan setelah itu kami lanjutkan dengan pekerjaan aspal,”tutup Faldi Djami Rohi kepada awak media.
Redaksi : R.Tonggoro

