SBD, GARUDA NUSANTARA. UPDATE – Kepsek Bahwa siswi tersebut benar adalah murid kelas satu dan naik kelas dua pada mengenyam pendidikan tahun ajaran 2023-2024.
Namun dalam perjalanannya si korban itu tidak mengikuti ujian semester triwulan dua.
Entah apa alasannya tidak jelas oleh wali kelas pernah di tanya? Ungkap epala SMK via telepon kepada awak media.16 Agustus 2025.
Dirinya sangat kesal prilaku oknum keluarga pamannya Mercy soal keterlibatan sekolah mengawasi anak siswa?pengawasan Guru dan sekolah terhitung jam belajarkan?selebihnya adalah pengawasan orang tua murid kok.
Apa lagi Indikasi pamannya bicara ngalur ngilur bicara kapasitas sebagai wartawanlah,mantan Gurulah,Dia paham apa tidak soal usia kawin.
Apa lagi di bawah umur,kiranya penegak hukum bersama Komnas perlindungan Perempuan dan anak mengambil sikap proses hukum pelaku dan oknum pasang badan,” Tegas Aleks Rangga Pija.SH.
Penjabat Kepala Desa Nangga Mutu Andreas Pati Muda, mengapresiasi kepada Komnas perlindungan perempuan dan anak serta pemerhati yayasan Donders dan pihak kepolisian Sektor Kodi Utara yang telah merelokasi korban guna pemulihan dan rehabilitasi psikis mental.
Atas apa yang di alami gadis berusia 15 tahun,berharap kasus ini di tingkatkan sehingga pelaku penculikan atau kawin paksa dapat di cegah sedini mungkin.
Jika kasus ini tidak di tindak maka mustahil ke depannya akan lebih parah lagi.
Dirinya berharap agar kasus ini di usut tuntas,keprihatinannya sangat menggugah hati,masa depan anak usia dini telah di rusak oleh oknum yang berprilaku buruk dengan aksi kawin tangkap di jalan.
Harkat martabat perempuan bahkan keluarga korban runtuh seketika, dan apa lagi warga saya sendiri yang mengalami trauma,”pungkas penjabat kepala desa Nangga Mutu Kecamatan Kodi Utara Sumba Barat Daya.
Redaksi: R.Tonggoro

